SalmaMiranti
Senin, 16 November 2015
Senin, 02 November 2015
Fungsi Rumus Excel
PENGERTIAN DAN TATA
CARA MEMAKAI MICROSOFT EXCEL
A.
Pengertian
Pengertian Microsoft excel adalah Program aplikasi pada Microsoft Office yang digunakan dalam pengolahan angka (Aritmatika). Program ini sering digunakan oleh para akutan untuk menuliskan atau mencatat pengeluaran dan pemasukan didalam perusahaan atau suatu lembaga maupun instansi-instansi kecil. Microsoft Excel juga sering digunakan oleh ibu rumah tangga untuk menulis atau mencatat keuangan dalam rumah tangga sepertihalnya pengeluaran atau pemasukan dalam tiap bulan atau minggu.
Pengertian Microsoft excel adalah Program aplikasi pada Microsoft Office yang digunakan dalam pengolahan angka (Aritmatika). Program ini sering digunakan oleh para akutan untuk menuliskan atau mencatat pengeluaran dan pemasukan didalam perusahaan atau suatu lembaga maupun instansi-instansi kecil. Microsoft Excel juga sering digunakan oleh ibu rumah tangga untuk menulis atau mencatat keuangan dalam rumah tangga sepertihalnya pengeluaran atau pemasukan dalam tiap bulan atau minggu.
=SUM(…)
Fungsinya : Untuk melakukan penjumlahan
Bentuk umum : =SUM(range sel)
Contoh : Misalkan kita akan menjumlahkan dari sel H5 sampai sel H15
Penulisan : =SUM(H5:H15)
=AVERAGE(…)
Fungsinya : Untuk mencari nilai rata-rata
Bentuk umum : =AVERAGE (range sel)
Contoh : Misalkan kita ingin mengetahui nilai
rata-rata dari sel A11 sampai A17
Penulisan :=AVERAGE(A11:A17
Penulisan :=AVERAGE(A11:A17
=VLOOKUP
Fungsinya :Untuk pembacaan suatu tabel secara vertikal
Bentuk umum:=VLOOKUP(lookup_value; table_array; Col_index_num ; Range_lookup)
Fungsinya :Untuk pembacaan suatu tabel secara vertikal
Bentuk umum:=VLOOKUP(lookup_value; table_array; Col_index_num ; Range_lookup)
=HLOOKUP
Fungsinya : Untuk pembacaan suatu tabel secara horizontal
Bentuk umum: =HLOOKUP(lookup_value;
table_array ; Col_index_num ; Range_lookup)
Fungsinya : Untuk pembacaan suatu tabel secara horizontal
Bentuk umum: =HLOOKUP(lookup_value;
table_array ; Col_index_num ; Range_lookup)
=SUM IF
Fungsi SUMIF ini digunakan untuk menjumlahkan data berdasarkan syarat atau kriteria tertentu, hasil penjumlahan yang akan terjadi berdasarkan syarat yang ditetapkan terlebih dahulu.
|
|
||||
|
Berikut
adalah cara penggunaan rumus fungsi IF di Microsoft Excel :
|
Untuk
mengetahui perbandingan antara Penjualan Team 1 dan Team 2, maka dibawah tabel
terdapat Jumlah Penjualan Team 1 yang diisi dengan penjumlahan hanya pada Team
1, saja dengan rumus pada sel =SUMIF(D3:D12;1;E3:E12), kemudian tekan Enter.
Fungsi
logika IF yang telah dibahas pada
artikel sebelumnya adalah salah satu fungsi yang relatif banyak digunakan,
terutama di lingkungan bisnis / perusahaan. Namun fungsi IF ini memiliki
keterbatasan karena kondisi yang menjadi acuan hanya satu saja. Bagaimana jika
data Anda menggunakan beberapa kondisi sekaligus?
Seperti
yang telah dibahas pada artikel Penggabungan Fungsi,
penerapan fungsi pada aplikasi Excel bisa digabungkan untuk memenuhi satu
tujuan atau hasil tertentu. Dan dalam kasus ini, dimana data memiliki beberapa kondisi yang harus dibandingkan, maka
fungsi yang digunakan tetap fungsi IF, namun bukan hanya satu IF (IF tunggal)
melainkan beberapa IF sekaligus. Dalam aplikasi Excel, penggunaan beberapa IF
(Multiple IF) dalam satu formula ini lazim disebut dengan fungsi IF Bercabang atau Nested IF.
Pada
dasarnya aturan penulisan fungsi IF bercabang ini sama saja dengan IF tunggal,
yaitu:
=IF(kondisi;nilai_TRUE;nilai_FALSE)
- kondisi merupakan kriteria acuan yang dijadikan pembanding
- nilai_TRUE merupakan nilai untuk kondisi yang terpenuhi
- nilai_FALSE merupakan nilai untuk kondisi yang tidak terpenuhi
Karena
kondisi-nya lebih dari satu, maka untuk nilai_FALSE
digunakan kembali fungsi IF berikutnya. Misalnya jika kondisi-nya ada 2, maka
aturan penulisannya menjadi:
=IF(kondisi_1;nilai_TRUE1;(IF(kondisi_2;nilai_TRUE2;nilai_FALSE)))
Jika
dijabarkan, maka formula tersebut berarti:
- Lihat kondisi_1, jika terpenuhi maka gunakan nilai_TRUE1.
- Jika kondisi_1 tidak terpenuhi, maka lihat kondisi_2.
- Jika kondisi_2 terpenuhi, maka gunakan nilai_TRUE2.
- Jika kondisi_2 tidak terpenuhi, maka gunakan nilai_FALSE.
Fungsi
IF bercabang ini tentunya tidak hanya untuk 2 kondisi saja, misalnya jika ada 3
kondisi maka aturan penulisannya menjadi:
=IF(kondisi_1;nilai_TRUE1;(IF(kondisi_2;nilai_TRUE2;(IF(kondisi_3;nilai_TRUE3;nilai_FALSE)))))
Atau
jika kondisinya ada 4 maka aturan penulisannya menjadi:
=IF(kondisi_1;nilai_TRUE1;(IF(kondisi_2;nilai_TRUE2;(IF(kondisi_3;nilai_TRUE3;(IF(kondisi_4;nilai_TRUE4;nilai_FALSE)))))))
Dan
demikian seterusnya.
Agar
penggunaan fungsi IF bercabang ini lebih jelas, perhatikan contoh tabel berikut
ini.
Misalkan
saja pada tabel daftar barang tersebut Anda diminta untuk mengisi nilai diskon
pada sel C3 hingga C6, dengan kondisi bahwa produk Mouse dan produk Keyboard akan mendapatkan diskon
sebesar 5%. Diluar produk
tersebut tidak diberikan diskon.
Analisa
dari kasus tersebut adalah ada 2 kondisi yang menjadi acuan, yaitu Mouse diskon 5% serta Keyboard diskon 5%. Kedua kondisi ini
tentunya harus dimasukan kedalam formula IF satu persatu, boleh diawali dengan
kondisi untuk Mouse ataupun untuk Keyboard. Sebagai contoh diambil kondisi
untuk Mouse terlebih dahulu. Untuk memperjelas pembahasan, berikut ini
dituliskan kembali aturan penulisan fungsi IF.
C3=IF(kondisi;nilai_TRUE;nilai_FALSE)
Kondisi
pertama adalah Mouse dengan
diskon 5%. Mouse serta produk-produk
lainnya berada pada kolom 3 dan diawali dengan alamat sel B3. Maka formulanya akan menjadi:
C3=IF(B3="Mouse";nilai_TRUE;nilai_FALSE)
Nilai
jika B3 adalah Mouse merupakan nilai_TRUE yaitu 5%, maka formulanya menjadi:
C3=IF(B3="Mouse";5%;nilai_FALSE)
Nilai_FALSE digunakan jika
ternyata isi sel bukan Mouse, artinya produk lainnya. Dan karena ada satu
kondisi lagi yaitu Keyboard maka
kita masukan kondisi tersebut sebagai kondisi pada fungsi IF berikutnya:
C3=IF(B3="Mouse";5%;(IF(B3="Keyboard";nilai_TRUE2;nilai_FALSE)))
Jika
B3 adalah Keyboard maka nilai_TRUE2 adalah 5%
karena kondisinya terpenuhi. Sehingga formulanya akan menjadi:
C3=IF(B3="Mouse";5%;(IF(B3="Keyboard";5%;nilai_FALSE)))
Jika
ternyata B3 tidak berisikan Mouse ataupun Keyboard, maka tidak diberikan diskon sama sekali atau diskon sama
dengan 0. Nilai ini tentunya
merupakan nilai_FALSE untuk
semua kondisi yang telah dibandingkan. Dengan demikian formula akhirnya adalah
sebagai berikut:
C3=IF(B3="Mouse";5%;(IF(B3="Keyboard";5%;0)))
C3=IF(B3="Mouse";5%;(IF(B3="Keyboard";5%;0)))
Pelajari baik-baik penggunaan formula IF bercabang ini karena dalam penerapan aplikasi Excel lanjutan Anda akan banyak menggunakan formula ini. Hati-hati dengan penggunaan tanda kurung karena semakin banyak IF yang Anda gunakan maka Anda akan menggunakan tanda kurung yang banyak juga.
Sekian...
Semoga Bermanfaat
Langganan:
Postingan (Atom)
